📝 Sistem PLTS Power Backup Unit TIPD UIN Jusila
Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berfungsi sebagai power backup kritis untuk menjamin operasional Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) UIN Jusila (IAIN Metro). Instalasi sistem ini dilaksanakan oleh CV. Taiba Infrastruktur dan dinyatakan selesai, berfungsi dengan baik, serta diterima pada Minggu, 16 Juni 2024, sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Uji Terima (BAUT) No. BAUT/045/TI/VI/2024.
Spesifikasi Teknis Instalasi
Instalasi PLTS ini berlokasi di Atap Gedung TIP UIN Jusila dan didesain sebagai sistem hybrid yang terintegrasi untuk mendukung keandalan operasional.
| Komponen Utama | Detail Spesifikasi | Keterangan |
| Solar Cell (Panel Surya) | 16 lembar | Dipasang pada bracket khusus di atap Gedung TIP. |
| Konfigurasi Panel | 2 Blok (setiap blok terdiri dari 8 lembar Solar Cell yang disusun Seri). | Memastikan tegangan yang optimal untuk sistem. |
| Inverter | Hybrid Inverter Merk Deye | Mengkonversi daya DC dari panel dan baterai menjadi AC, serta mengatur aliran daya (Grid/PV/Baterai). |
| Baterai Penyimpanan | Battery LFP (Lithium Ferro Phosphate) 10,24 KwH Merk GenixGreen | Kapasitas penyimpanan cadangan daya sebesar 10,24 kWh. |
| Stabilizer | Matsuyama 10 KVA | Digunakan untuk menjaga kestabilan tegangan output AC. |
| Proteksi dan Kontrol | Box Panel-1 berisi MCCB Dual Pole DC 200 A. Box Panel-2 berisi MCB DC 20 A, MCB Dual Pole AC 40 A, dan MCB Dual Pole AC 16 A. | Perlindungan sistem dari arus berlebih dan pengaturan transfer daya. |
Analisis Kinerja dan Dampak Strategis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hibrida Unit TIPD UIN Jusila
1. Kapasitas dan Fungsi Operasional Sistem
Sistem PLTS di Unit TIPD UIN Jurai Siwo Lampung adalah sistem Hibrida dengan kapasitas Inverter 8.000 Watt. Sistem ini berfungsi untuk mengoptimalkan penggunaan energi surya dan menjamin kontinuitas layanan infrastruktur penting.
- Produksi Energi PV Aktual: Rata-rata energi yang dihasilkan Panel Surya per hari adalah 20,2 kWh.
- Total Kebutuhan Harian: Total konsumsi listrik Unit TIPD (termasuk server, ruang kerja, dan jaringan kampus) rata-rata adalah 25,9 kWh per hari.
- Tingkat Kemandirian: Sistem ini berhasil memenuhi = 78% dari total kebutuhan energi harian secara mandiri.
- Alokasi Daya dan Penyimpanan: Surplus energi disimpan dalam Baterai Timbal-Asam (Lead Acid) berkapasitas 140 Ah (setara = 6,72 kWh) sebagai cadangan listrik otomatis saat malam hari atau terjadi pemadaman dari PLN.
- Ketahanan Operasional: Fungsi hibrida ini memastikan operasional server dan seluruh Access Point (AP) Kampus 1 tetap aktif selama 24 jam, bebas dari gangguan pemadaman listrik.
2. Aspek Efisiensi dan Kalkulasi Penghematan Biaya
Implementasi PLTS ini memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya operasional dengan menekan pembelian listrik dari PLN.
Asumsi Kalkulasi Penghematan:
- TDL Aktual PLN: Digunakan tarif P-1/TR (Pemerintah/Institusi Besar) yang berlaku, yaitu Rp 1.699,53 per kWh.
- Energi yang Dialihkan dari PLN: Energi yang dihasilkan PLTS adalah 20,2 kWh per hari.
| Metrik Finansial | Harian | Bulanan (30 Hari) |
| Nilai Energi yang Diproduksi PLTS (Penghematan Kotor) | = Rp 34.330 | = Rp 1.029.915 |
| Biaya Energi yang Masih Dibayar ke PLN | = Rp 10.537 | = Rp 316.112 |
Kesimpulan Penghematan:
Sistem PLTS ini mampu mengurangi potensi total tagihan listrik bulanan (yang seharusnya = Rp 1,35 Juta) hingga = 76,5. Penghematan biaya operasional bulanan yang dihasilkan adalah = Rp 1 Juta.
3. Dampak dan Nilai Strategis
Sistem PLTS Hibrida TIPD UIN Jusila adalah investasi strategis yang memberikan manfaat utama:
- Stabilitas Keuangan (Financial Sustainability): Menurunkan secara signifikan beban biaya listrik operasional bulanan.
- Ketahanan Layanan (Energy Resilience): Menghilangkan ketergantungan 100 % pada PLN, menjamin infrastruktur teknologi kritis kampus tetap berfungsi optimal berkat dukungan baterai dan sistem hibrida.
- Komitmen Lingkungan (Environmental Commitment): Penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) secara aktif menunjukkan peran UIN Jusila dalam mendukung program energi hijau dan mengurangi jejak karbon institusi.
Secara keseluruhan, PLTS Hibrida ini menjamin kelancaran layanan teknologi inti kampus, sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan dan efisiensi biaya operasional institusi.






Box Panel-1 berisi MCCB Dual Pole DC 200 Ampere, dan Box Panel-2 berisi MCB DC 20A for PV, MCB Dual Pole AC 40 A for Grid, MCB Dual Pole AC 16A for output AC220 V, serta Stabilizer Matsuyama 10KVA


